Powered By Blogger

Minggu, 25 Maret 2012

My Beloved Brother


Setiap hari, kita memiliki dan mengalami satu kisah baru. Apapun itu.
Begitu juga dengan hari ini. Hari minggu kali ini terasa sedikit berbeda. Dan aku senang. Ini semua karena sabtu kemarin, penyakit ku kambuh lagi. Gejala tipes. Kemarin sewaktu sakit dan demam tinggi, aku sudah menghubungi mamah, ayah, kakak laki-laki q, dan 2 orang teman satu daerah yang sama-sama merantau di Cirebon. Sedikit terkesan manja. Tapi mau bagaimana lagi, disini aku sendiri. Tanpa saudara, tanpa pacar. Jika aku punya pacar, setidaknya aku bisa mengadu terlebih dulu padanya. Hahah.
Tadi, pagi-pagi sekali mamah sudah menelpon, menanyakan kabar. “sudah baikan belum ?” tanyanya, aku tersenyum, dan menjawab “sudah mah, sudah bisa nyuci seragam malah”. Mamah menjawab tenang “baguslah”, selanjutnya  seperti biasa, mamah terus mengingatkanku untuk menjaga pola makan, pola istirahat. . dan lain sebagainya. Ya, seperti itulah watak seorang ibu.
Seperti yang aku katakana diatas tadi, aku juga memberitahukan kabar kesakitan ku pada si ani dan ros, dan meminta mereka menjenguk q. dan mereka melakukan itu. Sebelum mereka datang, aku minta dibawakan dukuh Palembang, dan mereka juga melakukan itu. (terima kasih banyak, teman ! bersyukur, ada kalian di kota ini).  Mereka tiba di kossan q pukul 1 siang. Selanjutnya kami bercerita, bertukar pikiran, sedikit banyak mereka membawa kesembuhan bagi q.
Tak berapa lama kemudian, kakak laki-laki q mengirim pesan.
“tika, mz skt kow”. . ini pesan darinya, aku tersenyum membaca pesan ini, tanpa menunggu komando, aku membals pesannya, menjelaskan keadaan q yang sudah sedikit membaik. Aku pikir dia takkan membalasnya lagi, karena setau ku, dia adalah pribadi cuek. Semenjak dia kuliah di jogja, dan memiliki kekasih, aku seolah di adik tirikan, dia hanya akan mengirimi q pesan, jika dia sudah tak ada teman ngobrol, atau sedang ada urusan mendadak yang berkaitan dengan ku. Dia pernah, hampir 1 bulan penuh tak mengirimi ku kabar, sekalinya ngirim pesan, malah nanyain tugas, terjemahan bahasa inggris (red : gondok). Selanjutnya dia membalas lagi, “ow mkn bnyk,jg kebersihan,mandi tu pk sbun detol,minum paracet,truz beli vit di apotek kow minum sblm tdr mlm”.  Huaaahahahah. . aku tertawa kencang sesudahnya,merasa sangat lucu.  Aku ingin sekali protes dengan isi smsnya ini. Dia mengingatkan q menjaga kebersihan, seolah aku tak bisa bersih, dia mengingatkanu menggunakan sabun antiseptic seolah aku terbiasa mandi tanpa sabun, serta mengingatkan ku minum paracet dan multivitamin sebelum tidur (yang ini, masuk akal jdi tak ada alasan buat protes).  Kakakku, kupikir dia takkan sepeduli ini lagi padaku, ku pikir dengan bertambahnya usia dan terpisah jarak dan kesibukan, dia takkan lagi memperhatikanku. Ahh, kakakku sayang !! aku selalu bangga, terlahir sebagai adik kecilmu J

Sabtu, 24 Maret 2012

My Blog

Hal yang menyenangkan itu relative..
Lalu ada berapa banyak hal yang menurut mu menyenangkan ?  ada banyaaaak sekali, tak dapat aku sebutkan satu persatu. Salah satu diantaranya adalah menulis. Menulis tentang apa ? Apa saja ! sekalipun kosa kata yang ku punya tak begitu banyak, begitu juga dengan tata kalimat yang tak sepenuhnya benar. Yang pasti, menulis itu memberikan kepuasan tersendiri.
Aku menulis tentang apa yang aku pikirkan, yang aku rasakan, dan yang ada disekitarku. Dulu, pertama aku menuangkan perasaan ku dalam bentuk tulisan, aku menuangkannya dalam buku saku kecil yang lucu.  Hal itu berlanjut hingga SMA . semenjak ada facebook, aku mulai menuangkan tentang apa yang aku pikirkan dalam catatan q. Sekarang aku senang, setelah memiliki blog pribadi, aku jadi lebih sering menulis. Semenjak memiliki blog pribadi, aku jadi lebih suka dengan waktu pukul 21:00 atau diatasnya, disaat semua teman-teman koss sudah masuk kamar masing-masing. . saat itu, jika tidak belajar, dan atau mengerjakan hal lain, aku mulai mematikan lampu kamar, menyalakan lampu tidur berwatt rendah (tak baik untuk kesehatan mata, tetapi aku lebih suka suasana redup). Dan aku mulai menulis.  Jika menurutku, tulisan yang aku buat layak di publish, akan dengan segera aku posting. Berharap ada yang tertarik dan membacanya, syukur-syukur kalau sampai ada yang melayangkan komentar. . (hihih)
Terkadang ide menulis cenderung sama. Tapi tidak apa, bukankah itu hal biasa ? belum ada ide baru tak berarti, tak bisa menulis bukan. . 

Kamis, 22 Maret 2012

Three Princes in My Heart

Cirebon, 22 mmaret 2012. .
             Malam ini aku mengingat mereka !! mereka ? siapa ? 3 pria yang q sayang dalam hidup ini. Ayah, si abang dan si dia. . J  menghabiskan waktu dengan mengingat kenangan masa lalu adalah salah satu hal yang menyenangkan bagi ku.
             Aku ingin bercerita seditkit tentang mereka. Pria pertama adalah ayah q.
             Ayah adalah pria terhebat yang tuhan kirimkan untuk q, aku senantiasa dilindunginya, senantiasa disayanginya. Aku bahagia, terlahir sebagai putri kecilnya. Hal yang paling aku rindukan darinya sekarang adalah nasehatnya. Dia terlalu sering menasehati q, hingga terkadang aku menjadi bosan sendiri. Aku berharap, sekarang ada yang berbaik hati dan mengirimi q tiket pesawat gratis Jakarta-kupang, aku ingin liburan lagi, ingin diajak jalan-jalan lagi olehnya.
             Sekarang kisah tentang kakak laki-laki q, aku sangat menyayanginya, aku bahagia terlahir sebagai adik kecilnya, adik yang selalu dijaganya. ada banyak kisah yang menjadi sangat manis jika aku kenang sekarang.  Salah satunya kisah yang saat itu tercipta semasa kami SD, saat itu aku masih kelas 1 dan dia kelas 3. Betapa bodohnya aku saat itu, aku bermain kerumah teman, meninggalkan dia dan ayah disekolah (saat itu, ayah masih mengajar ditempat yang sama) aku bermain hingga lupa waktu, ketika kembali kesekolah, sekolah sudah sangat sepi, disana tinggal kepala sekolah dan beberapa orang guru. Aku benar-benar takut  saat itu, dan aku menangis (anak kelas 1 SD kalo ditinggal ayahnya, gimana siih??), untung saat itu sedang menjabat kepala sekolah yang baik (aku masih mengenangnya hingga saat ini) dia mau mengantar ku pulang. Sesampai dirumah, aku disambut senyum manis mamah “itu tika, sama kepala sekolah” , tampak disitu ayah q sedang memarahi kakakq “kamu itu kakak, seharusnya kamu bisa lebih menjaga adik kecilmu !!”, aku ingat betul kejadiannya ayah q memarahinya, dia menangis sesenggukan. Aku yang melihat ayah memarahinya hanya bisa diam, memeluk erat tubuh mamah, aku takut ayah malah berbalik marah pada q. mamah yang saat itu jadi penengah, bahkan hingga sekarang. Segera merangkulku, menyambut tangannnya dan menyuruh kami makan. Setelah selesai makan, kami disuruh tidur siang. Berhubung kami masih kecil, kami tidur bersama di satu kamar. Karena masih merasa malu, aku bersembunyi dalam salimut, dia bersuara “tik, lain kali jangan lagi yah ? kalo mau kemana-mana, bilang ! biar jangan hilang lagi”. Aku memunggunginya takut-takut dia memarahi ku. Itu baru satu dari sekian banyak kisah yang ada. Aku juga ingat saat aku masih SMA, dimana aku ketauan jalan-jalan dulu sebelum pulang kerumah (pasiar oto bemo). “jangan bertingkah seperti  perempuan yang tak tau aturan, dengan seragam ngakak di didalam angkot, nglilingin satu kota soe” kalimatnya begitu menusuk, sedikit merasa bersalah, dan tak ingin berdebat, aku hanya bisa masuk kamar, menarik selimut dan menutupi seluruh tubuh, hal ini sudah menjadi kebiasaan setiap kali aku bertengkar dengannya. Ini adalah salah satu caraku untuk tidak terus dimarahi, terkadang berhasil. Tapi kali ini tidak dia masih menceramahi q, “aku kakak mu, dengar ! aku menyayangi mu, makanya aku melarang mu melakukan hal seperti itu” aku menangis,mendengar kalimat itu, sadar akan kesalahan q. dia menjaga ku, sungguh terlalu ! aku jadi tidak bisa mengendarai motor  hingga sekarang, karena dia. “selagi aku masih bisa mengantar jemput mu, kau tak perlu belajar mengendarai motor”. . Sekarang saat aku disini dan dia di jogja, aku menjadi sangat merindukannya . . (kakak upik, kapan-kapan kita berantem manja lagi yuk ? hihih.)
             Pria ketiga yang aku sayangi adalah teman masa putih-abu q, dia cinta pertama ku. . dia pria pertama yang sukses membuat aku jatuh cinta setiap hari, kepadanya. Saat itu perasaan yang muncul,hanyalah sekedar perasaan suka biasa, tak ada yang menarik. Namun kini, hingga 4 tahun lamanya, perasaan itu terpelihara dan tumbuh subur dalam hati q. Tentang dia, ada kisah dimana aku terlihat bodoh didepannya, aku tersenyum tak menentu karenanya, dan tak mengelak, terkadang ada air mata karenanya.
Aku pernah menyayangnya, dan sampai sekarang rasa itu belum berhenti. . 

Terkadang menangis

       

     Seharian memendam sedih, memikirkan suatu hal yang tidak untuk dipikirkan orang lain. . tersenyum jika ada yang menyapa. Dan bersosialisasi selayaknya. Apakah ini kebohongan ?  Jika jawannya adalah YA, maka ini adalah kebohongan yang ideal. Dan jikalau ini adalah sebuah ego, maka ini termasuk ego yang ideal pula. Karena semua masalah, semua kegundahan tidak sepenuhnya bisa dibagikan pada orang lain. Ada waktu dimana kita harus berbagi, dan ada waktu dimana kita memerlukan keegoisan.
      Dan ketika kau tak sanggup lagi memendamnya sendri, dan ingin menangis, maka menangislah, karena manusia terlahir sempurna dengan bakat itu.
     Jika ditanya, kapan aku menangis sendirian ? maka jawaban ku adalah malam hari. Tak berarti aku menangis disetiap malam sebelum aku tertidur. Aku hanya menangis jika aku ingin. Tak butuh waktu lama, aku hanya membutuhkan beberapa menit untuk membuat mataku berair. Banyak hal yang bisa menjadi penyebab. Bisa jadi karena dia, karena mereka dan atau karena diri ku sendiri.
     Disini, tangisan yang aku maksud bukanlah menangis dengan suara yang keras. Terkadang air mataku jatuh, dengan tanpa aku  perlu mengeluarkan suara, atau terisak-isak.
     Menangis bukan karena cengeng, tetapi terkadang kita membutuhkan waktu sendiri, waktu untuk menangis dan berpikir. Dimana tidak ada seorangpun yang menemani. Teman, sahabat, keluarga dan atau siapapun.
                

Kamis, 15 Maret 2012

Just a Simple Gift



 Cirebon, 12 Maret 2012. .
       Malam ini, pukul 20:55 WIB. . suasana Cirebon cukup dingin. . Tapi tidak dengan kamar koss kesayangan. . kamar nomor “E”  yang berukuran (entahlah, aku tidak tau, tapi cukup luas) dengan satu kasur besar, ukuran double, satu lemari pakaian dan satu meja belajar sederhana, dengan tumpukan buku diatasnya yang selalu memberikan suasana hangat untuk penghuni setianya, yakni diri ku. . tak butuh waktu lama untuk mendapat inspirasi tentang mu. . Aku cuma butuh membayangkan dirimu sejenak, dan semua tentang mu akan datang dan memenuhi benakku. . dan aku selalu tersenyum untuk itu. . J)
       Tapi berbeda dengan tulisan-tulisan ku kemarin. . yang selalu membahas tingkah mu, tingkah kita berdua. . atau tentang kekaguman dan rasa ku padamu. . kali ini, dalam surat ini, aku ingin menceritakan sejarah “bingkisan sederhana” ku itu pada mu. . hahah
       Apa kamu tau ? aku selalu memikirkan bingkisan ini disetiap malam ? atau, apa kamu tau ? aku bingung, untuk bingkisan sesederhana ini. .? ? aku bertanya pada mereka yang aku anggap jauh lebih berpengalaman. . tentang “bingkisan” apa yang baik ? apa yang indah ? dan apa yang bisa bermanfaat untuk mu ? menurut mereka adalah (bla..bla..bla) dan aku menjadi sangat bingung. .
       Pada akhirnya kuputuskan untuk memberi mu “ini”, dan aku tersenyum untuk ini. . kau tau, ada sejarah manis dibalik benda yang kusebut “ini” itu. .
       Aku tak tau, apa kamu peduli atau tidak tentang sejarah dari “si ini” itu, tapi 1 yang pasti, 1yang perlu kau tau. . perasaan bingung, rasa lelah dan rasa malu yang kemarin aku alami, tak sedikit pun memudarkan keinginan ku untuk sebuah “bingkisan sederhana”. .
       Aku harap kamu suka. .
       Dan teruntuk dirimu, selamat ulang tahun tayaang. .
       Aku merindukan mu. . J)

Senin, 05 Maret 2012

Hari ini. . . “Sesuatu Banget”. .


Hari ini, tanggal 04 Maret 2012. ..
       Saya melewati paginya seperti biasa, kebetulan hari ini hari minggu. Saya baru bangun pukul setengah 9 pagi. Merapikan tempat tidur, mandi kemudian sarapan. Semua sama seperti hari-hari libur biasanya. Yang berbeda disini hanyalah latar tempat dan suasananya. Ya, berbeda, karena sekarang saya sedang berada di asrama sepupu perempuan  saya yang kuliah keperawatan. Berbeda dengan saya yang memilih ngekos, dia lebih suka diasramakan. Kami suka bertemu sebulan sekali, terkadang dia menginap di kosan saya, dan sering juga saya menginap diasramanya. .
       Kembali ke ide cerita, hari ini, setelah sarapan. Saya dan dia hanya menghabiskan waktu dengan bercerita, memainkan permainan dalam laptop, menonton dvd, hingga kembali bosan, ngantuk lalu tidur. .  pukul setengah 3 sore, kami makan (ceritanya, itu makan siang).
       Kemudian kami kembali bersantai, membicarakan hal yang tak penting, membahas mimpi-mimpi kami, setelah lulus mau mengabdi dimana, dan sebagainya dan sebagainya. . terlalu menikmati, ditambah hujan yang terus turun, kami jadi semakin menikmati kebersamaan kami. .
       Saya hampir lupa kalau sekarang, saya sudah harus kembali ke Cirebon, ke tempat kosan saya. . karena besoknya saya kuliah. Melihat cuaca diluar yang kurang bersahabat, mendung dan sedikit hujan  saya pun jadi enggan meninggalkan asrama itu. Namun sekitar pukul 5 hujan mulai mereda,dan memaksa saya mau tak mau bergegas untuk kembali ke peraduan saya di Cirebon. 
       Perjalanan dari tempat asrama saudara saya ke kota Cirebon, cukup memakan waktu. . kurang lebih 45menit. Dari sana saya harus naik elf hingga ke terminal, dan naik lagi angkot ke tempat saya ngekos. Biasanya saya Cuma butuh naik angkot sekali untuk ke kossan, tapi karena hari sudah cukup gelap, angkot dari terminal yang langsung menuju ketempat saya ngekoss sudah tidak ada sehingga saya perlu naik angkot 2kali, dengan arah yang sedikit berbeda.
       Dan kali ini, sangat berbeda dengan yang biasanya. . ditengah perjalanan pulang, hujan kembali turun, dan kali ini jauh lebih deras dari sebelumnya, sesampainya diterminal, tanpa pikir panjang, saya langsung menaiki angkot nomor D6. Arahnya memang berbeda, tapi pikir saya tidak apa-apa, toh mau muter kemanapun, pasti juga nyampe tempat yang saya tujui. Tapi tidak ! saat semua penumpang lainnya turun, dan tinggal saya sendiri, si supir mulai angkat bicara “teteh, turun dimana ?” dengan santai saya menjawab “di grage mamang”. Tampak jelas wajah si supir mulai berubah, “lah ?emang si teteh tadi naik darimana ?”, sedikit ragu, saya menjawab lagi “dari terminal”.. si mamang tampak tergelitik mendengar jawaban saya “si teteh salah naik, aturannya teteh naik yang arahnya kesana”, seolah mengerti dengan maksud si supir, saya tersenyum tapi tetap santai, dengan tetap yakin, mau muter kemanapun, arah kemanapun, nanti juga nyampe di tempat tujuan saya, hanya saja waktunya yang menjadi sedikit panjang.
       Namun rasa santai saya berubah dongkol, saat si supir bersuara “teteh, naik angkot yang lain ajah yah? Udah magrib, saya nya mo pulang”. . jeddeeerrr. . bagai disambar petir, saya terpaksa turun. Dan kembali menunggu angkot D6 lainnya, yang pastinya akan membawa saya ke grage, dan dari sana saya akan naik angkot nomor GP untuk sampai ketempat kosan. Dan selanjutnya, memang begitu adanya. Saya naik angkot GP dan turun dhy daerah tuparev tanpa harus diturunin lagi. . heheh
       Mengingat isi dompet yang tinggal belasan ribu, saya berinisiatif untuk mampir sebentar di ATM mengambil uang untuk biaya hidup beberapa hari kedepan. Jarak dari ATM ke tempat kossan saya tidaklah terlalu jauh, kurang lebih 200m. berhubung hari sudah sedikit gelap ditambah sedikit gerimis , maka saya lebih suka memanjakan kaki dan tubuh saya dengan memilih naik becak dibanding berjalan kaki sebentar. Keluar dari ATM, dengan pedenya, saya berteriak memanggil mamang tukang becak yang sedang mangkal menunggu penumpang. Tampak mamang itu sadar, bahwa dialah yang saya maksud, dengan segera dia mengarahkan becaknya kearah saya. Namun sayang, tiba-tiba saja datang seorang ibu yang langsung menyetopnya, dan memintanya mengantar ibu-ibu itu, entah kemana. Saya yang melihat mamang becak dan ibu itu berlalu terpaksa hanya bisa mengumpat, menelan kekesalan yang terlanjur tercipta karenanya. Ingin rasanya saya berteriak, huaaaa. . . sial apa saya hari ini ? Keujanan, salah angkot, diturunin ditengah jalan, dan sekarang-tinggal-sedikit lagi sampai kossan, masih saja harus menuai kekesalan.
       Kedinginan, sedikit basah, berdiri sendiri didepan ATM menunggu tukang becak lainnya, yang sudi mengantar saya hingga depan kossan. Rasanya ingin menangis. . Namun, tak lama kemudian  yang ditunggu datang juga. Tukang becak yang baik, dengan  mantel  hijaunya bersedia mengantar saya hingga depan kossan, sedikit lega perasaan saya saat itu. Tersenyum, membayar dengan harga pas, mengucapkan kata terima kasih, saya pun masuk kedalam kamar kossan.
Tenang rasanya. Akhirnya, tiba juga dikamar kossan saya yang damai dan hangat, setelah cukup dengan semu kejutan “manis” hari ini.
Pokoknya ! hari ini tuh, sesuatu banget !! ckckck

Senin, 27 Februari 2012

Yang ada dalam benak saya sekarang, ya ini !!! ^^

Cirebon,  Senin 27 februari 2012.
                Suara titik-titik hujan yang mengetuk atap kosan  melatar belakangi kesedihan ku saat ini. Aku termenung memikirkan setiap kenangan manis saat aku masih bersamanya. Mengingat setiap momen manis yang tercipta kemarin, kemarin dan kemarinnya lagi saat aku dengannya. Air mata baru saja menetes dan menghangatkan pipi ini, saat aku sadar sesuatu yang manis itu telah berakhir kemarin. Hari ini hanyalah kesendirian ku yang nyata. Tanpa senyumnya, tanpa tawanya, tanpa dia. Ya itu, yang terjadi saat ini.
                Banyak mimpi yang aku rajut kemarin-kemarin, mimpi bahwa dia adalah belahan jiwaku, mimpi bahwa aku adalah tulang rusuknya, mimpi membangun rumah tangga bahagia bersama dirinya . Apa aku salah untuk mimpi seperti ini ? aku pikir tidak ! semua orang berhak untuk bermimpi. Tapi jika ini yang terjadi sekarang, jelas ini adalah sebuah kesalahan. Aku telah terlalu memanjakan diriku, aku telah terlalu terbiasa diajak terbang tinggi dengan semua mimpiku. Dan kini, saat aku terjatuh, aku baru menyadari bahwa mimpiku itu adalah hal bodoh yang terlalu sering aku lakukan.
                Seharusnya aku bisa sadar sejak awal, bahwa segala sesuatu ada yang mengatur. Aku seharusnya bisa lebih bijak dalam menyayangi dia.  seharusnya aku, tidak terlalu terbuai dengan mimpi ku. Seharusnya !  Namun kini semua telah terjadi. Aku  terlalu menyayanginya, tetapi dia lebih memilih untuk pergi.
                     Aku terlalu sedih untuk saat ini, tetapi tidak untuk esok yang akan terus seperti hari ini. Disini aku belajar, mencari apa yang seharusnya aku ubah, agar baik dikemudian hari.
Segala sesuatu ada yang mengatur. Jika aku berpisah dengannya hari ini, itu karena tuhan sedang mencoba mangatur hatiku untuk bijak menyayangi seseorang. Tuhan juga sedang mengatur hidup ku. Aku yakin itu.