Powered By Blogger

Senin, 05 Maret 2012

Hari ini. . . “Sesuatu Banget”. .


Hari ini, tanggal 04 Maret 2012. ..
       Saya melewati paginya seperti biasa, kebetulan hari ini hari minggu. Saya baru bangun pukul setengah 9 pagi. Merapikan tempat tidur, mandi kemudian sarapan. Semua sama seperti hari-hari libur biasanya. Yang berbeda disini hanyalah latar tempat dan suasananya. Ya, berbeda, karena sekarang saya sedang berada di asrama sepupu perempuan  saya yang kuliah keperawatan. Berbeda dengan saya yang memilih ngekos, dia lebih suka diasramakan. Kami suka bertemu sebulan sekali, terkadang dia menginap di kosan saya, dan sering juga saya menginap diasramanya. .
       Kembali ke ide cerita, hari ini, setelah sarapan. Saya dan dia hanya menghabiskan waktu dengan bercerita, memainkan permainan dalam laptop, menonton dvd, hingga kembali bosan, ngantuk lalu tidur. .  pukul setengah 3 sore, kami makan (ceritanya, itu makan siang).
       Kemudian kami kembali bersantai, membicarakan hal yang tak penting, membahas mimpi-mimpi kami, setelah lulus mau mengabdi dimana, dan sebagainya dan sebagainya. . terlalu menikmati, ditambah hujan yang terus turun, kami jadi semakin menikmati kebersamaan kami. .
       Saya hampir lupa kalau sekarang, saya sudah harus kembali ke Cirebon, ke tempat kosan saya. . karena besoknya saya kuliah. Melihat cuaca diluar yang kurang bersahabat, mendung dan sedikit hujan  saya pun jadi enggan meninggalkan asrama itu. Namun sekitar pukul 5 hujan mulai mereda,dan memaksa saya mau tak mau bergegas untuk kembali ke peraduan saya di Cirebon. 
       Perjalanan dari tempat asrama saudara saya ke kota Cirebon, cukup memakan waktu. . kurang lebih 45menit. Dari sana saya harus naik elf hingga ke terminal, dan naik lagi angkot ke tempat saya ngekos. Biasanya saya Cuma butuh naik angkot sekali untuk ke kossan, tapi karena hari sudah cukup gelap, angkot dari terminal yang langsung menuju ketempat saya ngekoss sudah tidak ada sehingga saya perlu naik angkot 2kali, dengan arah yang sedikit berbeda.
       Dan kali ini, sangat berbeda dengan yang biasanya. . ditengah perjalanan pulang, hujan kembali turun, dan kali ini jauh lebih deras dari sebelumnya, sesampainya diterminal, tanpa pikir panjang, saya langsung menaiki angkot nomor D6. Arahnya memang berbeda, tapi pikir saya tidak apa-apa, toh mau muter kemanapun, pasti juga nyampe tempat yang saya tujui. Tapi tidak ! saat semua penumpang lainnya turun, dan tinggal saya sendiri, si supir mulai angkat bicara “teteh, turun dimana ?” dengan santai saya menjawab “di grage mamang”. Tampak jelas wajah si supir mulai berubah, “lah ?emang si teteh tadi naik darimana ?”, sedikit ragu, saya menjawab lagi “dari terminal”.. si mamang tampak tergelitik mendengar jawaban saya “si teteh salah naik, aturannya teteh naik yang arahnya kesana”, seolah mengerti dengan maksud si supir, saya tersenyum tapi tetap santai, dengan tetap yakin, mau muter kemanapun, arah kemanapun, nanti juga nyampe di tempat tujuan saya, hanya saja waktunya yang menjadi sedikit panjang.
       Namun rasa santai saya berubah dongkol, saat si supir bersuara “teteh, naik angkot yang lain ajah yah? Udah magrib, saya nya mo pulang”. . jeddeeerrr. . bagai disambar petir, saya terpaksa turun. Dan kembali menunggu angkot D6 lainnya, yang pastinya akan membawa saya ke grage, dan dari sana saya akan naik angkot nomor GP untuk sampai ketempat kosan. Dan selanjutnya, memang begitu adanya. Saya naik angkot GP dan turun dhy daerah tuparev tanpa harus diturunin lagi. . heheh
       Mengingat isi dompet yang tinggal belasan ribu, saya berinisiatif untuk mampir sebentar di ATM mengambil uang untuk biaya hidup beberapa hari kedepan. Jarak dari ATM ke tempat kossan saya tidaklah terlalu jauh, kurang lebih 200m. berhubung hari sudah sedikit gelap ditambah sedikit gerimis , maka saya lebih suka memanjakan kaki dan tubuh saya dengan memilih naik becak dibanding berjalan kaki sebentar. Keluar dari ATM, dengan pedenya, saya berteriak memanggil mamang tukang becak yang sedang mangkal menunggu penumpang. Tampak mamang itu sadar, bahwa dialah yang saya maksud, dengan segera dia mengarahkan becaknya kearah saya. Namun sayang, tiba-tiba saja datang seorang ibu yang langsung menyetopnya, dan memintanya mengantar ibu-ibu itu, entah kemana. Saya yang melihat mamang becak dan ibu itu berlalu terpaksa hanya bisa mengumpat, menelan kekesalan yang terlanjur tercipta karenanya. Ingin rasanya saya berteriak, huaaaa. . . sial apa saya hari ini ? Keujanan, salah angkot, diturunin ditengah jalan, dan sekarang-tinggal-sedikit lagi sampai kossan, masih saja harus menuai kekesalan.
       Kedinginan, sedikit basah, berdiri sendiri didepan ATM menunggu tukang becak lainnya, yang sudi mengantar saya hingga depan kossan. Rasanya ingin menangis. . Namun, tak lama kemudian  yang ditunggu datang juga. Tukang becak yang baik, dengan  mantel  hijaunya bersedia mengantar saya hingga depan kossan, sedikit lega perasaan saya saat itu. Tersenyum, membayar dengan harga pas, mengucapkan kata terima kasih, saya pun masuk kedalam kamar kossan.
Tenang rasanya. Akhirnya, tiba juga dikamar kossan saya yang damai dan hangat, setelah cukup dengan semu kejutan “manis” hari ini.
Pokoknya ! hari ini tuh, sesuatu banget !! ckckck

Tidak ada komentar:

Posting Komentar