Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label Alone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alone. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 April 2012

Ketika Hatimu Memilih





Ada satu waktu dimana, hati mu memilih. .  membuat mu terkesan, tersenyum, menyukai dan pada akhirnya akan sampai pada satu titik dimana ada rasa sayang tercipta didalamnya.
Kau tak pernah punya kuasa untuk menentukan, kepada siapa hatimu terkesan dan akhirnya menyayanginya. Bahkan untuk menentukan pribadi siapa yang akan kau temui esok, kau tak berhak. Bersyukurlah jika engkau bertemu, terkesan dan menyayangi orang yang tepat. Seseorang yang mampu membuat mu tersenyum bangga, tersenyum senang dan bersedia menjadi tempat sandaran dan berbagi suka duka.
Namun dalam hidup, hati terkadang salah menentukan pilihan. Kau mungkin saja menyayangi orang yang salah, orang yang hadir hanya untuk menciptakan duka dalam hatimu.
Tapi percayalah, segala sesuatu yang menjadi pilihan hatimu, sudah termasuk dalam rencana tuhan. Dia sengaja membuat hatimu memilih orang yang salah, agar kau mampu belajar dari kesalahan. Ia sedang  mempersiapkan dirimu hingga benar-benar layak untuk bertemu dengan sosok yang benar. 

Kamis, 22 Maret 2012

Terkadang menangis

       

     Seharian memendam sedih, memikirkan suatu hal yang tidak untuk dipikirkan orang lain. . tersenyum jika ada yang menyapa. Dan bersosialisasi selayaknya. Apakah ini kebohongan ?  Jika jawannya adalah YA, maka ini adalah kebohongan yang ideal. Dan jikalau ini adalah sebuah ego, maka ini termasuk ego yang ideal pula. Karena semua masalah, semua kegundahan tidak sepenuhnya bisa dibagikan pada orang lain. Ada waktu dimana kita harus berbagi, dan ada waktu dimana kita memerlukan keegoisan.
      Dan ketika kau tak sanggup lagi memendamnya sendri, dan ingin menangis, maka menangislah, karena manusia terlahir sempurna dengan bakat itu.
     Jika ditanya, kapan aku menangis sendirian ? maka jawaban ku adalah malam hari. Tak berarti aku menangis disetiap malam sebelum aku tertidur. Aku hanya menangis jika aku ingin. Tak butuh waktu lama, aku hanya membutuhkan beberapa menit untuk membuat mataku berair. Banyak hal yang bisa menjadi penyebab. Bisa jadi karena dia, karena mereka dan atau karena diri ku sendiri.
     Disini, tangisan yang aku maksud bukanlah menangis dengan suara yang keras. Terkadang air mataku jatuh, dengan tanpa aku  perlu mengeluarkan suara, atau terisak-isak.
     Menangis bukan karena cengeng, tetapi terkadang kita membutuhkan waktu sendiri, waktu untuk menangis dan berpikir. Dimana tidak ada seorangpun yang menemani. Teman, sahabat, keluarga dan atau siapapun.