Powered By Blogger

Minggu, 08 April 2012

Desah Nafas yang Mengingkari

Langit cerah ketika matahari tanpa malu menyeringai


Desah nafas damai, perlahan memburu


Sosok hangat yang tersenyum manis, kini berubah beku


Umpama topan yang memporak-poranda


Satu keputusan telak diucap lantang


Mulut terkatup erat menahan sejuta kata


Raga yang berbicara dengan tangis


Hingga langit hitam datang menyelimuti


Raga itu masih dalam diam


Menyimpan harap


Memeluk sejuta kenangan yang perlahan terhempas


Sejatinya hati masih ingin bersama..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar