Langit cerah ketika matahari tanpa malu menyeringai
Desah nafas damai, perlahan memburu
Sosok hangat yang tersenyum manis, kini berubah beku
Umpama topan yang memporak-poranda
Satu keputusan telak diucap lantang
Mulut terkatup erat menahan sejuta kata
Raga yang berbicara dengan tangis
Hingga langit hitam datang menyelimuti
Raga itu masih dalam diam
Menyimpan harap
Memeluk sejuta kenangan yang perlahan terhempas
Sejatinya hati masih ingin bersama..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar