Powered By Blogger

Sabtu, 12 November 2011

Si Pohon Tua

Entah sudah sejak kapan ia tumbuh disana, ditanah lapang yang tandus. . .
Entah sudah berapa banyak orang yang ia jumpai, berapa banyak orang yang datang menghampirinya untuk berteduh dikala matahari siang, begitu terik membakar bumi. . .
Pohon tua yang rindang, pohon tua yang memberi kesejukan bagi setiap mereka yang menghampirinya. .
Terkadang saat musim kemarau tiba, dan mengharuskan ia menggugurkan semua daunnya untuk mengurangi penguapan ia masih tegak berdiri, dengan tangkainya yang besar ia masih sanggup memberi keteduhan. . .
Saat ia memberi keteduhan, ia tak pernah berharap kepada setiap yang berteduh padanya untuk memberikan segayung air segar untuk melepas dahaganya. . .
Ia seolah ikhlas dengan takdir alam, yakni mereka yang datang berteduh padanya hanya datang dan kemudian berlalu. . . Mungkin kembali, mungkin juga tidak. . .
Tetapi ia tetap setia berdiri tegak memberi keteduhan hingga datang hujan membasahi tanah buni. . .
Ingin rasanya saya menjadi seorang gadis dengan sosok seperti "Si Pohon Tua". . .
Sosok yang mampu meneduhkan bagi setiap mereka yang menjadi bagian dari hidup saya. Keluarga, sahabat, kekasih, teman, rekanan, dan bagi mereka yang saya temui. . dimanapun saya berada nanti. . :))

Rabu, 09 November 2011

just about you, my mom

Saat itu entah kapan dan dimana saya berada ? Sampai tiba saatnya, tuhan dengan maha bijaksanNya menempatkan saya dalam rahim seorang wanita yang hingga kini masih setia menyayangi saya dengan sepenuh hatinya yang saya panggil MAMAH. .
Wanita yang saat itu dengan repotnya menjaga saya dalam rahimnya kurang lebih 37 minggu lamanya sampai akhirnya dia merasakan kontraksi yang hebat karena desakan saya yang tak sabar ingin malihat dunia. Tak cukup sampai disitu, lahirnya saya kedunia dengan berat badan 3.2 Kg, dan panjang (mamah lupa,heheh..), yang ditolong oleh bidan bukan merupakan akhir dari kesusahan dan kerepotannya justru sebaliknya.. Dia repot. repot memandikan saya setiap hari sedari bayi sampai saya bisa mandi sendiri, dia repot memberi saya makan sedari hanya membutuhkan ASI sampai segala jenis makanan dapat dengan mudah saya cerna, dia repot saat saya terbangun dimalam hari karena lapar atau buang air. . Sungguh tak terbayang berapa lelahnya, berapa susahnya dan berapa repotnya dia mengurusi saya sedari bayi hingga saat ini.
Ini bukan sekedar tugasnya menjadi seorang ibu. Ini lebih kepada kodrat kasih, kasih seorang wanita dalam menjalani kehidupannya sebagai istri dari suami, dan ibu dari anak-anaknya.
"KAU MULIA, dan TAK TERGANTIKAN. TERIMAKASIH MAMAH !" kalimat ini memang pantas ia terima,mengingat semua jasanya selama ini. Tapi apa hanya kalimat ini yang wajib ia terima ? TIDAK !! lalu apa ??
Saya yakin, meski kita yang telah terbiasa hidup dengannya terkadang masih bertanya-tanya atas hal apa yang bisa membuatnya bahagia.
Dia wanita mulia, sosok yang benar-benar tiada duanya.. Percayalah, dia tidak menuntut apapun atas jasanya. Dia tidak meminta uang berjuta-juta sebagai upah, bukan juga sebongkah emas sebagai tanda jasa.
Kita hanya perlu menjadi mandiri, menjadi dewasa dan menjadi seorang yang mampu membanggakannya serta mengingatnya disetiap doa kita. Ini memang tak seberapa tapi percayalah, ini mampu membuatnya bahagia.. :'))
mamah, just you my power. just you can make me like this. :)) I'm promise, I'll make you proud of me.