Entah sudah sejak kapan ia tumbuh disana, ditanah lapang yang tandus. . .
Entah sudah berapa banyak orang yang ia jumpai, berapa banyak orang yang datang menghampirinya untuk berteduh dikala matahari siang, begitu terik membakar bumi. . .
Pohon tua yang rindang, pohon tua yang memberi kesejukan bagi setiap mereka yang menghampirinya. .
Terkadang saat musim kemarau tiba, dan mengharuskan ia menggugurkan semua daunnya untuk mengurangi penguapan ia masih tegak berdiri, dengan tangkainya yang besar ia masih sanggup memberi keteduhan. . .
Saat ia memberi keteduhan, ia tak pernah berharap kepada setiap yang berteduh padanya untuk memberikan segayung air segar untuk melepas dahaganya. . .
Ia seolah ikhlas dengan takdir alam, yakni mereka yang datang berteduh padanya hanya datang dan kemudian berlalu. . . Mungkin kembali, mungkin juga tidak. . .
Tetapi ia tetap setia berdiri tegak memberi keteduhan hingga datang hujan membasahi tanah buni. . .
Ingin rasanya saya menjadi seorang gadis dengan sosok seperti "Si Pohon Tua". . .
Sosok yang mampu meneduhkan bagi setiap mereka yang menjadi bagian dari hidup saya. Keluarga, sahabat, kekasih, teman, rekanan, dan bagi mereka yang saya temui. . dimanapun saya berada nanti. . :))

Tidak ada komentar:
Posting Komentar