Aku merindu mu ayah. .
Perasaan ini datang setiap harinya, dan malam ini menjadi
begitu dalam.
Sedang apa kamu ? apakah kamu merinduku ? dan jika iya kamu merindu, apakah sama besar
dengan perasaan rinduku ?
Ayah, aku rindu gaya bicaramu, aku rindu caramu menasehati
ku, dan akupun rindu untuk nakal, dan dimarahi oleh mu. .
Aku rindu raut wajah mu yang congkak, tanpa senyum saat
bicara dengan ku mengenai hal serius. .
Aku rindu goretan senyum diwajahmu, saat aku bercerita
tentang semua hal yang aku nikmati. .
Ayah, aku ingin sekali memelukmu detik ini, ingin sekali aku
mencium punggung tanganmu,
Ayah, aku terlalu merindu mu. Kemarin, detik ini, dan esok
yang akan datang. .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar