ASI Ekslusif adalah, pemberian ASI saja selama 6 bulan pertama kapada si
bayi. Ini berarti, tidak memberikan makanan lain, atau minuman apapun selama 6
bulan selain ASI.
Ternyata masih banyak ibu yang belum mengerti pentingnya ASI Eksklisif bagi bayinya sendiri. Ini dia pikiran kecil yang muncul di benakku
sewaktu Praktek Klinik Kebidanan I di daerah perum kemarin. Mungkin aku tidak
sepenuhnya benar dengan penilaian ini, tapi aku juga tak salah. Kenapa ?
penilaian ini tidak asal, buktinya ada ! sewaktu posyandu kemarin, ternyata
banyak ibu yang mengaku telah memberikan susu formula, sejak minggu pertama
bayi lahir. Ada juga yang mengaku telah memberikan pisang kepada bayi yang baru
berumur 3 bulan. Diantara mereka berpendapat, susu formula lebih bergizi dibanding
ASi, ada juga yang kekeh bahwa anaknya baik-baik saja ketika diberi pisang.
Ironis memang. . mengingat ASI yang seharusnya menjadi sumber gizi utama bayi,
justru diganti susu formula atau buah.
Tidak ada pengaruh buruk yang bisa langsung terjadi jika bayi tidak
diberi ASI eksklusif, dampaknya biasa muncul ketika si bayi tumbuh besar. Yang
biasa terjadi adalah pertumbuhan bayi yang lambat, daya tahan tubuh yang
kurang, sehingga si anak mudah untuk sakit. ASI mengandung banyakl manfaat, sumber
gizi terbaik bagi si bayi.
Ibu-ibu salah besar, jika menganggap gizi bayi terpenuhi dengan susu
formula. Karena kandungan dari susu formula tidak sebanding dengan kandungan
gizi dalam ASI.
Adapun diantara mereka yang mengerti pentingnya ASI bagi bayi, namun
tetap saja menggunakan susu formula, dengan alasan susu formula lebih praktis
(hallooooo,, ASI lebih praktis !!), ada juga yang memberikan pisang, atas dasar
perintah dan petuah si mertua yang katanya, dengan pisang berat badan bayi akan
bertambah baik (ahh,, hari gini masih saja nurut sama hal yang menyesatkan). .
yah, cukup banyak alasan tak masuk akal yang ku dengar.
Disini, aku hanya ingin berbagi. Tentang apa yang ku ketahui. Dan yang ku
ketahui, ASI Eksklusif punya banyak manfaat bagi si bayi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar